logo
    logo

    TECHNICAL BARRIERS TO TRADE (TBT)

    HAMBATAN TEKNIS PERDAGANGAN

logo
FAQ (FREQUENTLY ASKED QUESTIONS)


1. APAKAH TECHNICAL BARRIER TO TRADE ATAU HAMBATAN TEKNIS PERDAGANGAN?

TBT adalah salah satu dari 12 Perjanjian dalam GATT (General Agreement on Tariff and Trade) yang mengatur standar, regulasi teknis dan prosedur penilaian kesesesuaian yang ditetapkan tidak boleh menimbulkan hambatan yang tidak diperlukan dalam perdagangan. Perjanjian TBT mengecualikan aturan-aturan seperti Sanitary and Phytosanitary (SPS), Spesifikasi pembelian yang dilakukan oleh pemerintah (Government Procurement) dan Aturan mengenai Jasa (Services)


2. APA SAJA PRINSIP – PRINSIP DALAM TBT?

Perjanjian TBT mengatur setiap anggota WTO untuk memenuhi prinsip-prinsip non-diksriminasi, ekuivalensi, harmonisasi dengan standar internasional, transparansi, dan saling pengakuan (antara lain melalui penggunaan Mutual Recognition Arrangement (MRA) atau Multilateral Arrangement (MLA). Terkait dengan prinsip transparansi, melakukan notifikasi terhadap rancangan regulasi teknis ke WTO dan memberikan waktu selama 60 hari untuk memberikan kesempatan kepada anggota WTO lain untuk menyampaikan masukan, tanggapan serta klarifikasi.


3. HAL HAL APA SAJA YANG DIATUR DALAM PERJANJIAN WTO - TBT ?

Yang termasuk dalam Perjanjian TBT WTO adalah semua produk termasuk produk industri maupun pertanian. Yang tidak termasuk dalam perjanjian WTO-TBT adalah:

a. Aturan-aturan yang terkait SPS (saniytary and phytosanitary),
b. Spesifikasi pembelian yang dilakukan oleh pemerintah (government procurement)
c. Aturan-aturan berkaitan dengan jasa


4. RUANG LINGKUP REGULASI TEKNIS YANG DINOTIFIKASI SESUAI PSN NOTIFIKASI

1. Rancangan regulasi teknis yang disusun tidak mengacu secara penuh kepadastandar dan prosedur penilaian kesesuaian yang berlaku secara internasional
2. Rancangan regulasi / regulasi teknis berbasis SNI
3. Rancangan regulasi teknis non SNI Contoh ketentuan pelabelan, persyaratan teknis (pengaturan frekuensi, TKDN) dan prosedur administrasi lainnya (contoh prosedur registrasi kosmetika, tata cara pendaftaran pangan dll)
4. Rancangan regulasi teknis yang disusun dapat menimbulkan dampak terhadap perdagangan dengan anggota WTO lain (contoh persyaratan halal, perlindungan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan dan Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup)
5. Regulasi Teknis yang diamandemenkan atau direvisi antara lain terkait perubahan substansi, acuan standar yang diacu, penundaan masa pemberlakuan regulasi. Regulasi ini dinotifikasi melalui adendum notifikasi


5. BAGAIMANA PROSEDUR PENGAJUAN NOTIFIKASI

Instansi Teknis mengajukan permohonan notifikasi rancangan/regulasi teknis kepada BSN dengan menyertakan dokumen sebagai berikut :
1. Surat pengantar dari pejabat instansi teknis yang akan menerbitkan regulasi
2. Dokumen rancangan/regulasi teknis (hard maupun soft copy)
3. Formulir Notifikasi yang telah diisi lengkap dalam Bahasa Inggris
4. Rancangan Petunjuk Teknis Implementasi regulasi teknis (khusus untuk regulasi berbasis SNI)